No Comments

Model Bisnis di Internet

IT, Marketing

Model Bisnis adalah salah satu hal yang paling banyak didiskusikan di internet, terutama mengenai bagaimana Internet mengubah model bisnis tradisional. Sayangnya, hanya sedikit yang memberikan pandangan secara jelas apakah sebenarnya “internet business model” itu.

Model Bisnis adalah metode untuk menjalankan bisnis dimana perusahaan dapat bertahan dan berjalan dengan sendirinya yaitu dengan menghasilkan pendapatan. Model Bisnis menunjukkan bagaimana perusahaan mendapatkan uang dengan menetapkan posisinya dalam “value chain”.

Beberapa model cukup sederhana. Perusahaan memproduksi barang atau jasa dan menjualnya kepada pelanggan. Jika semuanya berjalan dengan lancar, pendapatan dari penjualan melebihi biaya operasi dan perusahan mendapatkan keuntungan.

Model lain mungkin memiliki lebih banyak rangkaian. Salah satunya adalah broadcasting. Siaran radio dan televisi dipancarkan melalui gelombang udara secara gratis pada setiap orang. Broadcasternya adalah bagian dari jaringan kompleks distributor, pembuat content, iklan dan pendengar atau pemirsa. Siapa yang mendapatkan uang dan berapa yang didapatkan tidak terlalu jelas pada awalnya. Bottom-linenya terantung dari banyak faktor.

Perdagangan via Internet akan menciptakan tipe baru bisnis model. Itu sudah pasti. Tapi internet juga bisa reinvent model yang sudah ada dan teruji. Contohnya lelang. Dari bentuk kuno brokering, lelang sudah dijalankan secara luas seluruh dunia untuk menetapkan harga untuk item-item seperti komoditas pertanian, instrumen keuangan, dan barang antik. Internet telah mempopularitaskan model lelang dan memperluas penerapannya pada berbagai barang dan jasa.

Model Bisnis telah didefinisikan dan dikategorikan ke banyak kategori yang berbeda. Ini adalah salah satu usaha untuk menghadirkan klasifikasi yang luas dan meyakinkan dari model bisnis yang dapat diamati di internet. Klasifikasi yang diajukan ini belum lengkap atau definitif. Model Bisnis Internet akan terus berkembang. Varian baru dan lebih menarik diharapkan akan muncul di masa mendatang.

Model dapat diimplementasikan ke berbagai cara, seperti yang dijelaskan dibawah dengan contoh-contoh. Bahkan, sebuah perusahaan dapat mengkombinasikan beberapa model yang berbeda sebagai bagian dari strategi bisnis internetnya secara keseluruhan. Sebagai contoh, sudah umum untuk perusahaan yang content-driven untuk menggabungkan advertising dengan model subscription.

Model bisnis telah mengambil alih kepentingan yang lebih besar sebagai bentuk intellectual property yang dapat diprotek dengan hak paten. Bahkan, model bisnis (atau banyak orang yang juga menyebut metode bisnis) telah semakin jatuh dalam alam hukum paten. Banyak paten metode bisnis yang berkaitan dengan e-commerce telah diberikan. Tapi apa yang baru dari model bisnis tidak selalu jelas. Beberapa paten yang lebih penting dapat diperkarakan dalam pengadilan.

Kategori dasar model bisnis mencakup:

  • Brokerage. Para broker adalah pembuat pasar, mereka mempertemukan penjual dan pembeli, dan memfasilitasi transaksi. Broker memainkan peranan yang cukup sering di pasar B2B, B2C, C2C. Biasanya broker meminta fee atau komisi untuk setiap transaksi yang terjadi. Formula atau fee ini bisa bermacam-macam. Model Brokerage antara lain:
  1. Marketplace Exchange: menawarkan seluruh jasa mencakup proses transaksi, mulai dari pendekatan pasar hingga negosiasi dan pemenuhannya. Exchanges beroperasi secara independen atau dibackup oleh konsorsium industri. Contoh: Orbitz, ChemConnect
  2. Buy/Sell Fulfillment: menerima order pelanggan untuk membeli atau menjual produk atau jasa, termasuk dalam hal harga dan pengiriman. Contoh: CarsDirect, Respond.com
  3. Demand Collection System: model “name-your-price” yang telah dipatenkan dan diawali oleh Priceline.com. Pembeli prospektif memberikan final bid untuk barang atau jasa tertentu, dan broker yang mengatur pelaksanaannya. Contoh: Priceline.com.
  4. Auction Broker: mengadakan lelang untuk para penjual (individual atau toko). Broker menerapkan biaya listing pada penjual dan komisi yang terkait dengan nilai transaksi penjualan. Lelang diadakan dalam berbagai bentuk aturan offer dan bid. Contoh: EBay.
  5. Transaction Broker: memberikan mekanisme pembayaran dari pihak ketiga untuk pembeli dan penjual yang ingin melakukan transaksi. Contoh: Paypal, Escrow.com.
  6. Distributor: merupakan katalog yang menghubungkan pembuat produk dalam jumlah besar dengan pembeli grosir dan retail. Broker memfasilitasi transaksi bisnis antara distributor franchise dan partner perdagangan mereka.
  7. Search Agent: agen atau robot software yang dipergunakan untuk mencari harga dan keberadaan barang atau jasa yang dibutuhkan pembeli, serta mendapatkan informasinya.
  8. Virtual Marketplace: pasar virtual atau mal virtual, jasa hosting untuk toko online dengan biaya setup, listing bulanan dan/atau biaya transaksi. Bisa juga memberikan transaksi otomatis dan jasa pemasaran yang berhubungan. Contoh: Amazon.com
  • Advertising. Model iklan internet adalah pengembangan dari model tradisional media broadcast. Broadcaster, dalam hal ini, web site, memberikan content (biasanya, tapi tidak harus, adalah gratis) dan jasa (seperti email, IM, blogs) digabung dengan pesan iklan dalam bentuk banner ads. Banner Ads mungkin sumber pendapatan utama atau satu-satunya untuk broadcaster. Broadcaster mungkin pembuat content atau distributor dari content yang dibuat di suatu tempat. Model Advertising bekerja dengan baik ketika volume traffic pengunjung adalah besar atau sudah dikhususkan.
  1. Portal. Biasanya mesin pencari yang mencakup berbagai content dan jasa. Volume tinggi dari trafik pengunjung membuat iklan menjadi menguntungkan dan memungkinkan adanya diversifikasi jasa situs yang lebih lengkap. Portal yang lebih personal memungkinkan user melakukan kustomisasi pada interface dan content. Portal dengan ceruk tertentu mengolah user berdasarkan demografinya. Contoh: Yahoo.
  2. Iklan Baris. List barang untuk dijual atau ingin dibeli. Biasanya ada listing fee, tapi ada juga yang menerapkan membership fee. Contoh: Monster.com, Craigslist, Match.Com
  3. User Registration. Situs content-based yang free untuk diakses tapi membutuhkan user untuk mendaftar dan mengisi data demografis. Registrasi membuat inter-session tracking dari kebiasaan penjelajahan user dan menghasilkan potensial data yang berharga bagi pengiklan. Contoh: NYTimes.
  4. Query-based Paid Placement. Menjual penempatan link favorit (misal: link sponsor),  atau iklan yang dihubungkan dengan bentuk pencarian khusus dalam user query, seperti trademark Overture untuk model “pay-for-performance”. Contoh: Google, Overture
  5. Contextual Advertising / Behavioral Marketing. Freeware developer yang menggabungkan iklan dengan produk mereka. Misal, browser extension yang mengotomatiskan otentikasi dan pengisian form, juga mengikutsertakan link iklan atau pop-up ketika user menjelajahi web. Contextual advertisers dapat menjual iklan berdasarkan aktifitas penjelajahan web setiap user.
  6. Content-Targeted Advertising. Diawali oleh Google, meningkatkan akurasi pencarian iklan diseluruh internet. Google mengidentifikasikan arti web page dan secara otomatis memberikan iklan yang berkaitan ketika user mengunjungi situs tersebut. Contoh: Google.
  7. Intromercials. Iklan animasi full-screen ditempatkan pada awal situs sebelum user masuk pada content yang diinginkan. Contoh: CBS MarketWatch.
  8. Ultramercials. Iklan online interaktif yang meminta user untuk merespon pesan-pesan iklan sebelum mencapai content yang diinginkan. Contoh: Salon.
  • Infomediary. Data mengenai konsumen dan kebiasaan konsumsinya sangat berharga, apalagi kalo informasi itu diolah dan dianalisa secara hati-hati, maka dapat digunakan sebagai target kampanye pemasaran. Data yang dikoleksi secara independen mengenai produsen dan produknya sangat berguna bagi konsumen ketika ingin melakukan pembelian. Beberapa perusahaan berfungsi sebagai infomediaries atau perantara yang membantu pembeli dan/atau penjual agar mengetahui dan mengerti akan pasar yang sudah ada.
  1. Advertising Networks. menyampaikan iklan banner pada jaringan anggota situs, sehingga memungkinkan pengiklan menjalankan kampanya pemasaran yang besar. Jaringan iklan mendapatkan data user internet yang dapat digunakan untuk menganalisa efektifitas pemasaran. Contoh: DoubleClick.
  2. Audience Measurement Services. Agen riset pasar user online. Contoh: Nielsen//Netratings
  3. Incentive Marketing. Program loyalitas pelanggan yang memberikan insentif pada pelanggan seperti poin dan kupon untuk setiap pembelian pada retailer yang berkaitan. Data user yang didapatkan dijual kepada pengiklan. Contoh: Coolsavings.
  4. Metamediary. Memfasilitasi transaksi antara pembeli dan penjual dengan memberikan informasi lengkap dan jasa pendukung, tanpa harus terlibat secara langsung pada pertukaran barang atau jasa antara kedua belah pihak. Contoh: Edmunds.
  • Merchant. Wholesaler dan retailers barang dan jasa. Penjualan bisa saja berasal dari barang yang dipublish atau melalui lelang.
  1. Virtual Merchant. Atau e-tailer, adalah merchant retail yang beroperasi secara penuh melalui internet. Contoh: Amazon.com.
  2. Catalog Merchant. Bisnis mail-order dengan katalog yang berbasis web. Mengkombinasikan surat menyurat, telepon dan order online. Contoh: Lands’End.
  3. Click and Mortar. Pengembangan retail secara tradisional brick-and-mortar dengan web sebagai ruang muka tokonya. Contoh: Barnes & Noble.
  4. Bit Vendor. Merchant yang berhubungan dengan produk dan jasa digital, dan dalam bentuk aslinya, menjual dan mendistribusikan melalui web. Contoh: Apple iTunes Music Store.
  • Manufacturer (Direct). Model manufacturer atau direct, didasarkan pada kekuatan web untuk memberikan kemampuan pabrikan (perusahaan yang memproduksi barang atau jasa) untuk mencapai pembeli secara langsung dan memotong jalur distribusi. Model manufacturer dapat berdasarkan pada efisiensi, peningkatan layanan pelanggan, dan pemahaman yang baik akan pilihan pelanggan. Contoh: Dell Computer.
  1. Purchase. Penjualan produk dimana hak milik ditransfer kepada pembeli.
  2. Lease. Sebagai ganti dari biaya sewa, pembeli mendapatkan hak untuk menggunakan produk dibawah perjanjian penggunaan produk. Produk dikembalikan kepada penjual setelah perjanjian jatuh tempo atau dibatalkan atas nama perjanjian sewa beli. Salah satu perjanjian mungkin mencantumkan hak beli setelah masa perjanjian berakhir.
  3. License. Penjualan produk yang melibatkan transfer hak penggunaan kepada pembeli, sesuai dengan perjanjian. Hak kepemilikan tetap ada pada produsen (misal, lisensi software).
  4. Brand Integrated Content. Kebalikan dari pendekatan content sponsor (seperti model advertising), content brand integrated dibuat oleh produsen itu sendiri untuk basis utama penggantian produk. Contoh: bmwfilms.
  • Affiliate. Kebalikan dari umumnya portal, yang mencari kesempatan untuk mengarahkan trafik volume yang tinggi ke salah satu situs, model affiliate, memberikan kesempatan pembelian kemana saja pengunjung menjelajah web. Yang dilakukan adalah menawarkan insentif finansial (dalam bentuk persentase pendapatan) untuk situs partner yang terafiliasi. Afiliasi memberikan poin pembelian pada setiap click kepada merchant. Seperti model pay-for-performance, jika afiliasi tidak menghasilkan penjualan, maka tidak ada biaya apapun untuk pihak merchant. Model afiliasi adalah sifat turunan yang sangat tepat untuk internet, yang menjelaskan kenapa internet itu populer. Variasinya antara lain, pertukaran banner, pay-per-click dan program bagi hasil. Contoh: Barnes & Noble, Amazon.com
  1. Banner Exchange. Pertukaran penempatan banner antara situs atau jaringan yang berafiliasi.
  2. Pay-per-click. Situs yang membayar afiliasi berdasarkan clickthrough pengunjung.
  3. Revenue Sharing. Menawarkan komisi persentase atas penjualan yang didasarkan pada click-through pengunjung dimana kemudian pengunjung memilih untuk membeli produk tersebut.
  • Community. Kelangsungan hidup model komunitas tergantung pada loyalitas user. User memiliki investasi yang tinggi baik dari segi waktu dan emosi. Pendapatan dapat diperoleh dari penjualan produk dan jasa atau kontribusi relawan, atau pendapatan dapat dikaitkan dengan iklan contexttual dan subscription untuk jasa premium. Internet sangat cocok untuk mdel bisnis komunitas dan sekarang ini adalah area pengembangan yang subur, seperti yang kita lihat pada trend jaringan sosial.
  1. Open Source. Software dibangun secara kolaboratif oleh komunitas global programmer yang membagi codenya secara terbuka. Alih-alih menjual lisensi code, open source bergantung pada pendapatan yang diperoleh dari jasa terkait seperti integrasi sistem, dukungan produk, tutorial dan dokumentasi manual. Contoh: RedHat.
  2. Open Content. Content yang dapat diakses secara terbuka dan dibangun oleh komunitas global kontributor yang bekerja secara sukarela. Contoh: Wikipedia.
  3. Public Broadcasting. Model yang didukung user, digunakan oleh radio dan televisi, tidak ditujukan untuk mencari keuntungan, dan diperluas hingga ke web. Komunitas user yang mendukung situs ini memberikan donasi secara sukarela. Contoh: The Classical Station, WCPE.org.
  4. Social Networking Services. Situs yang memberikan kesempatan pada individu untuk berhubungan dengan individu lain berdasarkan kepentingan yang sama (profesional, hobi, jodoh). Jasa jaringan sosial dapat memberikan kesempatan pada pengiklan contextual dan subscription untuk jasa premium. Contoh: Flickr, Friendster, Orkut.
  • Subscription. User dikenakan biaya setiap period, entah itu harian, bulanan atau tahunan atas suatu jasa. Umumnya situs yang content gratis dengan ‘premium’ (misal, subscriber atau member-only) content. Nilai langganan diadakan dengan mengabaikan tingkat aktual penggunaannya. Biasnya model subscription dan advertising digabungkan menjadi satu.
  1. Content Services. Memberikan content text, audio atau video kepada user yang berlangganan untuk mengakses layanan. Contoh: Listen.com, Netflix.
  2. Person-to-Person Networking Services. Sebagai sarana distribusi informasi yang dibutuhkan user, misal seseorang yang mencari rekan sekolahnya dulu. Contoh: classmates.
  3. Trust Services. Datang dalam bentuk keanggotaan asosiasi yang menegakkan aturan-aturan ketat, dimana anggota membayar biaya langganan. Contoh: Truste.
  4. Internet Service Providers. Menawarkan koneksi jaringan dan jasa yang berkaitan dengan berlangganan bulanan. Contoh: America Online.
  • Utility. Model Utility atau On-Demand berdasarkan pada ukuran penggunaan, atau pendekatan “pay as you go”. Tidak seperti jasa berlangganan, jasa ini berkaitan pada tingkat aktual penggunaan. Secara tradisional, model ini digunakan untuk jasa-jasa penting seperti air, jasa sambungan telepon. Internet Service Provider (ISP), di beberapa bagian di dunia beroperasi sebagai utility, mengenakan biaya pada konsumen atas koneksi per menit, dibandingkan model langganan yang umum di US.
  1. Metered Usage. Mengukur dan menagih pengguna berdasarkan pada aktual penggunaan suatu jasa.
  2. Metered Subscriptions. Memungkinkan pelanggan untuk membeli hak akses konten berdasarkan porsi yang terukur, misal jumlah halaman yang bisa dilihat. Contoh: Slashdot.

Sumber: Michael Rappa, http://www.digitalenterprise.org

Ade Aan @ August 11, 2008 513 views

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>